Cara Mengatur Keuangan Keluarga
(Pic Courtesy by Photobucket)
Keuangan keluarga bagi beberapa rekan sekalian mungkin bukan merupakan hal penting untuk dibicarakan manakala penghasilan suami istri per bulan berada dalam level belasan juta rupiah dan mungkin buat beberapa rekan lainnya lagi, keuangan keluarga mungkin merupakan hal yang tabu untuk didiskusikan. Tetapi walau keuangan keluarga bukan merupakan hal yang terpenting dalam keluarga, keuangan keluarga merupakan salah satu hal vital dalam sendi keluarga. Harus ada manajemen keuangan keluarga yang teratur dan tepat koordinasinya antara suami, istri dan anggota keluarga yang lain.
Berikut kami berikan solusi bijak manajemen keuangan keluarga dalam beberapa poin dibawah ini :
Mengatur mindset bersama dalam manajemen keuangan keluarga
Suami dan istri perlu kompak dalam keuangan keluarga. Satu sama lain harus meluangkan waktu untuk duduk bersama, bicarakan dari hati ke hati dan membuat catatan rinci mengenai keuangan keluarga. Ungkapkan semua dengan kesepahaman akan apa yang disukai dan yang tidak disukai. Berikan visi misi keuangan keluarga itu seperti apa. Tidak ada salahnya membaca buku manajemen keuangan keluarga dari beberapa sumber namun setelah dibaca, tetap harus dipahami & disusun kerangka manajemen keuangan keluarga kemudian, karena setiap keluarga memiliki struktur unik manajemen keuangan keluarga yang tidak sama satu sama lain.
Membuat daftar perkiraan pemasukan dan pengeluaran keuangan keluarga
Entah suami dan istri sama-sama bekerja ataukah hanya salah satu saja yang bekerja, penyusunan daftar perkiraan debet (pemasukan) dan perkiraan kredit (pengeluaran) akan membantu memberi wawasan kepada suami / istri yang menyusun laporan keuangan keluarga, akankah keuangan keluarga dapat tertutupin setiap bulannya atau tidak. Dasar pemikiran dari poin debet dan kredit ini akan membantu suami istri untuk menuju kepada poin berikutnya.
Membuat daftar kebutuhan keuangan keluarga secara berjenjang
Suami istri harus dengan jiwa besar mengungkapkan dan membicarakan apa yang sebenarnya merupakan “kebutuhan penting” ; “kebutuhan yang bisa ditunda” ; “keinginan pribadi” dan daftar lainnya sesuai kesepakatan bersama. Buat perkiraan dana / alokasi nilai uang dalam setiap daftar tersebut dan selalu cross check ulang setiap bulannya apakah alokasi tersebut sudah benar / masih harus disesuaikan / mungkin salah besar. Evaluasi rutin merupakan keharusan & tanggung jawab bersama.
Menyusun jurnal keuangan keluarga secara rutin
Dalam poin ini, meski suami dan istri bukan berasal dari bidang keuangan / akuntansi, jurnal keuangan keluarga dapat dikerjakan dengan sederhana dengan hanya memakai buku dan alat tulis sederhana. Yang terpenting adalah disiplin, teratur dan teliti dalam setiap kali transaksi belanja, bukti struk pembelian / apapun yang terkait dengan keuangan keluarga harus disimpan, diberikan tanda dan tanggal transaksi. Istri secara umum biasanya lebih teliti dan teratur dalam administrasi keuangan keluarga namun tidak menutup kemungkinan bila sang suami yang mengerjakan. Secara sederhana, harus ada kolom tanggal, kolom keterangan, kolom debet dan kredit untuk kemudian diperiksa setiap akhir bulan / awal bulan berikutnya.
Jaman modern merangsang orang lebih konsumtif karena semua retail store dan perusahaan berlomba untuk meraih pasar. Rangsangan dalam bentuk discount, penawaran menarik, paket liburan dan sebagainya diberikan agar orang makin gila berbelanja. Problemnya kalau kita semua tidak berhati-hati, dengan mengiyakan semua penawaran dengan tidak berpikir jernih (impulsif) dan santai menghadapi seakan tidak mungkin ada masalah di belakang (semau gue) saja, jangan terkejut bila keuangan keluarga kita akan menghadapi masalah cepat / lambat. Mental berhemat bukan mental kikir karena berhemat merupakan mental untuk alokasi dana buat kebutuhan secara tepat guna sedangkan kikir cenderung melakukan berbagai cara agar tidak keluar uang tanpa memikirkan efek samping.
Menumbuhkan mental menabung dan berinvestasi
Segi ekonomi akan selalu berfluktuasi dengan adanya inflasi per tahun, belum kondisi politik, hukum dan kemasyrakatan yang dinamis akan selalu mempengaruhi kondisi ekonomi setiap harinya. Roda kehidupan selalu berputar seperti pepatah “Suatu hari kita berada diatas, suatu hari dapat turun kebawah”. Menabung dan berinvestasi akan membantu meningkatkan cadangan keuangan keluarga di masa mendatang tanpa kita sadari. Jangan pernah menganggap remeh uang sekecil apapun yang kita tabung. Kita tidak akan pernah dapat menduga bila uang sekecil itu bila ditabung dengan rutin akan sangat membantu cadangan keuangan keluarga di masa mendatang. Pilih investasi (mungkin dalam bentuk asuransi jiwa, tabungan pensiun dan pendidikan anak) yang aman, yang bonafide dan yang sudah terukur akan kredibiltasnya selama minim 10 tahun keatas. Jangan tergoda dengan rayuan bunga besar dan penawaran yang tidak masuk akal demi menghindari kita semua terhadap bahaya penipuan investasi palsu.
Selalu siap sedia untuk kejutan keuangan keluarga yang tidak terduga
Dunia tidak berjalan seperti adanya sekarang tanpa ada hal-hal yang tidak terduga. Adanya masa duka seperti kematian, sakit penyakit, kecelakaan dan hal buruk lainnya dapat terjadi kepada kita kapan dan dimana saja tanpa diskriminasi meski suami istri sudah berbuat dan berharap sebaik mungkin tanpa mengharap ada masalah. Poin ini harus disikapi dengan mindset ketika semuanya berjalan baik, selalu siap sedia dengan cadangan tabungan untuk mencegah kebangkrutan keuangan keluarga. Tidak ada salahnya suami istri dan anak memiliki asuransi jiwa dan tabungan pendidikan agar keuangan keluarga dapat bertahan terhadap badai.
Menyusun rencana jangka panjang secara dinamis untuk persiapan hari depan
Dalam kondisi prima, suami istri harus memiliki rencana ke depan di hari tua akan apa yang dapat mereka inginkan. Semua ingin hal baik dalam masa tua tetapi harus diingat, hanya mengandalkan kebaikan dari Tuhan Yang Maha Kuasa saja merupakan hal yang tidak bijak. Tuhan Yang Maha Kuasa sudah memberikan anugrah kesehatan, kepandaian dan hikmat, maka lakukanlah itu dengan kesungguhan, niscaya kita semua juga yang akan menerima buah hasil kerja keras kita di masa mendatang.
Demikian beberapa poin yang sekiranya dapat menjadi solusi bijak untuk mengatur keuangan keluarga kita semua. Tidak ada rumus baku yang pasti akan berjalan 100% tepat dalam pengaturan keuangan keluarga namun kita dapat melakukan garis besarnya dan berharap hal yang terbaik akan selalu datang dalam rumah tangga rekan sekalian. Salam sukses selalu!
by :Medi hertion
Tidak ada komentar:
Posting Komentar